Aku rindu hujan turun.. Hujan ketika aku dengan nyaman memelukmu dari belakang.. Hujan ketika kamu mencari tangan kiriku lalu kamu simpan kembali di dadamu.. Hujan ketika hanya ada suara titik-titik berjatuhan dan rentak jantungmu bergaung berima di telapak tanganku.. Hujan ketika kita hanya tertawa berdua atau ketika aku menutup mata merasai bias air terpendar cahaya lampu di jalan..
Sekarang saat hujan turun dan kamu tak lagi ada disini, aku jadi amat terluka.. Air mataku memang tak sederas hujan malam itu.. Air mataku tertahan di dada, pecah tanpa sedikit pun suara, hatiku pedih dan jiwaku hampa.. Apa yang lebih buruk dari itu semua??
Hingga sekarang, wangi badanmu di waktu hujan masih saja tertangkap penciumanku.. Berbaur sempurna dengan aroma tetes hujan yg basah di tanah dan rumput dedaunan..
Kesayanganku, aku selalu rindu hujan turun saat bersamamu.. Sungguh,, aku ingin lupa caranya menangis.. Tapi entah kenapa setiap kali hujan datang, menangis menjadi terlalu mudah bagiku.. Kali lain aku berharap ketika hujan turun dan air mataku terberai, kamu ada dan menyeka mata basahku lalu menggenggam jari jemariku seperti dulu.. Atau mungkin akan lebih baik ketika satu hari hujan kembali datang, aku tak lagi menangis hanya karena tiba-tiba mengingatmu,, mengingat bagaimana caramu pergi dan menghujam jantungku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar